Jafar terkesiap. "Kau akan ke mana? Apakah Dia akan membuatmu senang? Sadarlah, X. Takkah Kau terpikir bahwa Dia hanya menginginkan hal lain saja darimu? Tubuhmu, uangmu, atau apalah?", Jafar bertanya dengan nafas memburu. Ia tahu Ia cemburu. Ia tahu ini adalah kiamat kecil baginya. Sekilas tampak dalam kepalanya bahwa besok Ia mungkin tidak akan bertemu lagi dengan X. Bayangan yang dipenuhi dengan gantungan awan yang lusuh ketika pagi membuka halaman baru baginya di keesokan hari. Tidak akan ada lagi X yang tersenyum dengan senyumannya yang paling manis menurut dirinya. "Aku hanya kehilangan rasa cintaku untuk dirimu, Jafar. Aku tidak menghilang. Aku hanya jatuh cinta. Tetapi bukan kepadamu" Jafar berupaya kuat agar air mata tidak jatuh dari kelopak matanya yang kapalan. "Aku kira perasaanku Kau sambut, X. Kita pergi bersama ke mana-mana. Kita menghabiskan sebagian waktu kita berdua. Aku yang meminjamkan telinga bagi setiap ceritamu" X menghela napas. D...
Setelah kemarin saya sempat posting soal fakta-fakta di balik lagu The Beatles , tiba-tiba saya jadi penasaran bagaimana cerita di balik lagu-lagu band favorit saya yang lain: OASIS. Dengan perjalanan musik yang kontroversial dan bumbu perseteruan 2 frontman mereka yang tak lain adalah adik-kakak, Liam dan Noel Gallagher, maka saya coba cari beberapa fakta di songfacts.com . Yah, mungkin ada juga yang suka sama OASIS, silakan dibaca.. Sekilas OASIS Oasis adalah kelompok musik rock yang dibentuk di Manchester pada tahun 1991. Pada awalnya grup musik ini bernama The Rain dan dibentuk oleh Liam Gallagher pada vokal dan tamburin, Paul Arthurs pada gitar, Paul McGuigan pada gitar bass, dan Tony McCarroll pada drum dan perkusi, kemudian ikut bergabung juga kakak sulung dari Liam, yaitu Noel Gallagher yang menempati posisi gitar dan vokal. Menurut Belfast Telegraph sampai pada kurun waktu Juni 2009, Oasis telah menjual 90 juta rekamannya di seluruh dunia. Mereka juga memiliki 8 singel y...
Mengingat perkembangan akhir-akhir ini ketika kita banyak disuguhkan data dan visualisasi yang terdistorsi, ada semacam kewajiban moral dan intelektual untuk mengingatkan kita semua untuk tidak langsung tersilaukan oleh pernyataan-pernyataan yang megklaim merupakan produk dari analisis dan pengolahan data. Penggunaan terminologi yang tidak pada tempatnya (dan bahkan cenderung abusive ) seperti big data dan machine learning harus dikritisi habis-habisan, tidak peduli siapapun yang menggunakan istilah-istilah tersebut. Seringkali saya pribadi jumpai penggunaan tidak pada tempatnya atas istilah-istilah tersebut dilakukan oleh orang-orang yang bahkan tidak mengerti apa 'big data' atau 'machine learning' itu sendiri. Belum lagi produk yang diklaim berasal dari so-called data analysis seringkali digunakan sebagai justifikasi pembentukan opini publik atau bahkan lebih parah lagi: policy . Kental dengan bias dan conflict of interest . Trust me, I've seen enough....
Komentar
Posting Komentar