Postingan

Menampilkan postingan dengan label Notes

Sandwich Generation My Ass

I don't consider myself part of this hype: sandwich generation. How come I become part of this mass whining, pointing sandwich as the scapegoat and labelling all this pain with it. I don't have any sandwiches to feed. I'm broke as fuck. Yet, people around me like stacking their problems on my shoulder. My brain has to work harder than ever to find any other source of income as the existing one won't pay the bills. Ceremonies. Oh, that's the worse. It costs me a lot of money for crap nonsense. I cannot take this anymore. Living with debt I shouldn't have taken. Pile of debts to finance all the luxuries of Instagram stories. Crap! Somebody take me out of this rat race! Everyone smiles. Smile, you pain-in-the-arses! I'm reaching the bottom of my credit card's leftovers. I'm squeezing my fuckin' brain off for another coin. I'm broke haha! I'm fucking broke haha! Every single person still talks about money. About how expensive a bag is. About ...

Trespassing.

I'm not justifying the way I behave. But again, I'm not a people pleaser by nature. Hence, on minor occasions, I have to act the way I used to act in order to preserve my own sanity. Life is hard already and your sanity could fly at any point of time. I intend to keep it that way, my routines. Most of the time, I do respect people and their own choice. I am terrible at putting myself in a confronting position toward other people. Oftentimes, I let my inner thought be oppressed to give space for others' perspectives. But again, people need to understand that I need my own space sometimes, just to recharge and restore my own idealism and thoughts. You cannot compare yourself to anyone as it could be very painful to swallow and I hate that, pretty much. Knowing everything runs differently at the moment, I am willing to accept and adapt. But again, I just need a tiny slice of my time to re-heal and re-assign all my stuff to the place they truly belong to. It takes only a couple...

Training a Classifier

Gambar
As I write this post, I have been waiting for the training process to be completed. It's still the first epoch but it feels like it is taking ages. Forgive me, by the time I uploaded this image, it has reached the 4th epoch.  The first epoch is yet to be concluded. The accuracy is somehow far from my expectation. Anyway, it's still on the first epoch, so things might be about to change. At this stage, I am surprised by how much a love-hate relationship is involved in training a classifier. You get excited when your result meets your expected threshold but most of the time, you are left disappointed.  But still, I cannot find any other things quite interesting to do. I love how data can transform into valuable insight. I love how to spot patterns out of so-called trash and raw data. But really, I am just too lazy to explore further and anticipate more options of workaround to improve the classifier's performance. Not to mention how intimidated I am to see the progress made b...

Punctuation Removal using Python

Gambar
Let a string variable named s  = '!!ab#c???' Use the following lines to remove all punctuations from s The result of the code above: Clean and concise! London, January 26 2022

Big Data Processing Syllabus

Gambar
 Now we're talking!

Perjalanan ke Inggris: Chapter 1 - Paperwork

Gambar
Image courtesy: Wikimedia Commons Alhamdulillah . Akhirnya tiba juga untuk berangkat studi ke Inggris setelah hampir setahun tertunda akibat pandemi. Meski pandeminya sendiri belum berakhir, Saya dan Istri memutuskan tidak akan mengajukan penundaan kembali. Dengan demikian, dimulailah perjalanan yang penuh tantangan, tawa dan air mata untuk sekedar menapaki jalan ke Inggris. Tulisan ini akan kami bagi menjadi beberapa part  untuk memudahkan pembaca mengambil nilai dan referensi. Hal ini didasari atas pengalaman Kami yang ternyata cukup kesulitan untuk mengkompilasi daftar persiapan-persiapan apa saja yang perlu diurus dalam memulai perjalanan ini. Silakan dinikmati dan dicermati. Kritik dan saran, juga pertanyaan, akan dengan senang hati kami terima.         Chapter 1: Paperwork       Dari hasil penelusuran Kami, banyak sekali berkas-berkas yang harus dipersiapkan untuk dapat memulai perjalanan ini secara tertib administrasi. Mulai dari pengu...

Unek-unek: 20 September 2021

Capek sekali ya disalahkan atas banyak hal. Mulai dari beli masker yang ga sesuai, booking hotel yang gabisa-bisa, hotel yang ga bagus, makanan haram yang terselip di menu, dll. Bukan tangan midas. Jadi apa-apa yang coba dikerjakan berbalik nyiprat  ke diri sendiri. Yang penting udah usaha maksimal, kalau masih ada kesalahan, memang itu murni keterbatasan diri. Harap maklumi. Tapi sama sekali ga ada niat bikin celaka, sengaja ngejatuhin atau apapun. Ya tapi kalau ditangkapnya lain, silakan. Berpasrah diri aja. Gabisa nulis di medsos gara2 terlalu rame. Mending ditulis di sini aja, lebih sepi. Ga bisa ngomong langsung juga, karena takut makan hati. Buat yang liat, anggap aja angin lalu, langsung skip ke lapak sebelah. Ditulis di sini sebagai penyaluran, biar bisa tetep waras. 20 September 2021

Udara di Kamar

Berkebalikan dengan Raja Midas yang meletakkan sakti pada tangannya, tangan hamba yang berjelaga debu dan minyak tanah menumpahkan segala hal yang hendak disentuhnya. Rasa iba dan kasihan yang menyeruak muntah lalu dimamah dengan cepat. Rasa sesak yang ditelan bulat-bulat menghempaskan napas yang berat dan tumpah di jalanan yang ramai dengan mobil yang berlalu-lalang. Serta evaporasi kenanaran yang menjuntai bergelantungan di langit yang biru namun mendung. Topeng keriangan yang pelan-pelan retak namun tetap tegar menempel pada muka yang hancur. Roda-roda tetap berputar, lampu-lampu tetap menyala. Serakan lara yang berantakan di atas aspal jalan yang dingin, diacuhkan seolah tak ada. Fenomena yang sama terus berulang ditutup oleh tirai-tirai pengampunan dan maaf yang memadamkan asapnya. Ruang-ruang dada yang kapalan, mata penat yang lesu dan berat. Topeng tetap dipakai walau retakannya kian lebar. Dipaksakan hingga entah kapan akan terjatuh berpencar. Bangunlah, demi pertunjukan yang s...

Kontemplasi dalam Kebiruan

Ya mungkin tiap orang berbeda jalannya. Apa yang saya rasakan sejak dulu adalah sakit karena selalu terkapar tersungkur dihantam kehidupan. Tapi biasanya bangkit lagi. Namun sudah beberapa tahun ini rasanya badan dan pikiran saya sudah tidak sekuat dulu lagi. Kadang kita terbebaskan sendiri dengan filosofi minimalisme yang kita anut. Tapi toh, kita tidak hidup sendiri. Saya tidak bisa memaksakan sendiri apa yang saya anggap benar kepada orang-orang di sekitar saya termasuk istri, anak, orang tua dan adik-adik saya. Dan pada titik inilah, mungkin titik di mana saya terhantam paling keras (setidaknya sampai detik saya menulis ini). Saya urung untuk bangkit, ingin berlama-lama merasakan sakit ini dan enggan untuk berdiri lagi. Saya terhantam oleh kenyataan yang keras bahwa saya tidak bisa membahagiakan orang-orang di sekitar saya dengan titel, gelar, atau apapun predikat yang dibebankan pada saya. Saya ingin pasrah saja dan mulai berekonsiliasi dengan diri saya sendiri. Saya bukan kebanya...

Why I Failed (on Youtube Now)

Gambar
So, here's my story. Jadi, gara-gara tugas PK kemarin yang banyak melibatkan pembuatan video, ternyata gua malah ketagihan untuk ngutak-ngatik seputar video-editing ini. Ya, masih amatiran sih sambil terus belajar. But hey, learning new things is always full of excitement.  Jadi, kali ini gua numpang di channel Youtube istri. Akhirnya, channel ini diberdayakan sebagai channel bersama dan gua sempet mikir sayang banget kalau cuma diisi video-video random  Fatih atau yang lainnya. Jadi, inilah kami, mencoba memberdayakan channel ini secara lebih rapi dengan membuat konten 'serius' pertama kami yakni Why I Failed Series. Gua sejujurnya terinspirasi banget dengan kesulitan yang gua hadapin ketika mencari resourceful insight  yang bisa gua jadikan acuan/referensi ketika ikutan seleksi rekrutmen karyawan/beasiswa. Kebanyakan dari video yang gua temui berisi success story  yang mengulas bagaimana si pemilik video berhasil melewati ujian, lulus seleksi beasiswa and so on so ...

I Don't Have to Put a Title for This, Do I?

Disclaimer: No secret in this following story. I don't even have time for writing properly. So, this post you are about to read, this is what it is. Readers discretion is advised. Jadi hari ini sebagaimana hari lainnya dari tanggal 21 September 2020, saya ikut PK. PK baru selesai, istri nelfon. Buru-buru langsung leave zoom meeting padahal Panitia baru ngucapin salam penutup, ngetik balesan di whatsapp web, dan buru-buru ngambil HP yg sedikit ngelag buat ngescroll ke atas nerima telfon. Begitu diangkat, dimatiin sama istri. Naruh hape lagi, ditelfon lagi sama istri, kali ini video call. Oke, accept video call. Muka istri udah ketekuk. saya lupa persis kalimatnya tapi kira2 begini dialognya. Istri (I): Kamu ngapain? Saya (S): Baru selesai PK I: Kok bisa ngepost? (mungkin dia liat postingan kelompok PK di instagram yang ada kolase foto-foto pserta, YANG PASTINYA ADA CEWENYA - I'm writing this on purpose ) S:Itu postingan tugas kelompok ( I didn't even write my own caption. I ...

10 Tahun

 Oke, tulisan ini memang telat sebulan. Saya baru sadar pada tanggal 9 Agustus 2010 yang lalu adalah hari pertama blog ini diluncurkan dengan signature   opening para programmer: the Hello World opening . Hello World  jugalah yang menjadi judul dari   post pertama saya. So, it's been 10 years. Isi dari blog ini sebagian besar bertipe karangan bebas dan sebagian besar dari karangan bebas tersebut berbentuk puisi. Tapi, tidak melulu puisi. Banyak juga post  yang diproduksi sebagai kritik bahkan autokritik. Tapi belakangan, kehidupan pasca menikah menjadi sumber inspirasi saya untuk mengisi blog ini. Circa  2017, blog ini sempat berganti alamat untuk beberapa saat ke domain rikiakbar.com. Tapi, kemudian saya menjadi cukup malas untuk melakukan maintenance   hosting  dan domain nya sehingga sampailah pada keputusan untuk mengembalikan blog ini ke rumah lamanya di blogger sambil mengembalikan fungsi awal dari blog ini yakni jurnal dan dokumentasi...

Book Hunting at BookDepository

Gambar
So, I decided to read again after a long time It's not long before I turned my wife's computer on and started drowning myself in Amazon. Found one or two or three books that caught my attention but no further action was taken as they were extremely expensive (This was my first time looking for a book from a foreign online service and I was a little tight on my budget). I didn't expect that the shipping cost could be very influential in deciding which book to buy. Not to mention, the import tax imposed on foreign book purchase was not something I had anticipated earlier. That said, it didn't stop me from drowning myself deeper in the ocean of virtual bookstores. *** Phase One: The Purchase Story From the very beginning, I was not interested in searching for any recreational book. So, there would be no novels, fiction, comics, or even cooking books in my shopping cart.  At that moment, I was quite into data-related topics and therefore, data-related books are something I ...

15 Agustus yang Beku

Teta istriku, tiap tetes air mata adalah hal yang normal tiap tetes air mata di pipimu membangkitkan keharuan yang meledak-ledak dalam diriku kuredam demi terlihat kuat di depanmu di depan ragamu yang bergetar mengantar papa pergi Teta istriku, menangislah menangislah untuk meringankan beban yang tercekat di tenggorokanmu menangislah untuk membuang duka yang membuncah di pelupuk matamu menangislah demi menjadi manusia biasa Teta istriku di balik duka kehilangan orang yang tak mungkin kugantikan kutawarkan cinta yang sederhana cinta yang cukup menjadi penawar dari danau dukamu yang tak terbendung  cinta yang menghangatkanmu ketika dingin menyergap cinta yang menyelimutimu dari langit-langit kamar papa yang menjatuhkan kenangan Teta istriku ketahuilah kehilangan itu menyakitkan tapi kelak kita semua akan berkumpul di tempat yang terbaik semua hanya masalah waktu maka kutawarkan sedikit air yang menjernihkan pikiranmu air yang menghapus amarah dan pekik racauan kesakitanmu aku dan Fat...

Jargon yang Merantai

Tanggal 17 Agustus telah lewat Bendera-bendera mulai kusam dan hendak diturunkan Dan akan terus begitu  Dan akan selalu begitu Bendera-bendera yang berkibar seiring dengan kerupuk yang diperebutkan dan karung goni yang dijadikan simbol keceriaan. Menyedihkan. Bangsa ini masih terbelenggu jargon dan slogan Setiap memulai kegiatan, khususnya di lingkup lembaga-lembaga pemerintah Jargon, yel-yel, dan berbagai slogan berlomba-lomba untuk digubah demi menunjukkan betapa nasionalisnya mereka dan kita Namun demikian, begitu perayaan telah berlalu jargon hanya tinggal pekik yang letih dikumandangkan Sikap dan perbuatan kembali pada default mode -nya Sikap yang bahkan bertolakbelakang dari jargon yang kita teriakkan sampai habis Bukan, bukan berarti tidak perlu Tapi harusnya jargon didudukkan sebagai pekik yang membungkus nasionalisme kita nasionalisme yang tidak dibutakan oleh doktrin-doktrin usang yang disalahgunakan oleh penggubahnya, melainkan nasionalisme yang luas, mengakar dan mengal...

Wina

Ini sudah jam 1 pagi. Lusa, persis setahun kita berdua menjalani semuanya. Hati yang panas, cemburu buta, tangis yang tragis, gemuruh amarah, tawa terpingkal-pingkal, senyum jatuh cinta semua telah kita punya. Tiap Minggu, ketika kita kembali ke rutinitas masing-masing, sambil termangu menunggu sabtu yang datang tanpa melaju, selalu kau meminta penegasan agar aku tetap sayang padamu. Aku sayang padamu, mungkin terdengar klise dan menggelikan kita bahkan sering tertawa geli ketika bercanda mengucapkan kata itu di dalam mobil tiap sabtu tapi percayalah, tak ada yang membuatku berpaling darimu sebaliknya, aku kian ingin selalu di sampingmu, meski kerasnya hidup memaksa kita hanya bersua tiap sabtu minggu Di pagi buta seperti ini aku kembali melihat gambarmu memutar ulang rekaman tiap gerak gerikmu tak sedikit pun melunturkan apa yang aku rasakan terhadapmu, cuma damai terhadapmu, cuma lutut yang lemas ingin melantai memohon padaNya untuk tetap diikutkan bersama ruhmu...

I Want to See Your Smile

I really don't care of how rude people could be I don't care how shitty my boss treats me every single day I don't care how people slams at me and embarrass me if I don't get their memo I don't care how cruel world could be lately I don't care how depressed I might be I don't care how clueless my life could be I don't care how tears crawling down my cheek like a heavy rain I don't care how cloudy my day could be I just don't care how worst it could be at the end of the day, It is you I want to see It is you I want to see It is you I want to see when you smile, suddenly all the problems I have at that very day, gone Your smile is like aspirin It could wipe my fear, my sorrow, my painful feeling immediately I couldn't be more grateful that you are willing to stay, sit next to me, and calm me down I couldn't imagine what my life would be if you leave me I could be a soulless body walking I could be...

Malam Dingin

Malam ini, rasa kantuk yang berat sedari tadi datang hinggap, seketika sirna berganti dengan rasa sedih dan penat yg membuncah dada terasa sesak, air mata satu-satu mulai menyeruak saya tahu memang saya semelankolis ini katakanlah saya aneh dan lembek. Tapi, memang rasa takut akan kehilangan yang datang menghantui seolah mencengkeram kerah baju saya dan mendorong saya kembali ke jurang yang sama berkata-kata pun tak bisa hanya ada rasa takut, angin malam, dan kekosongan tatapan yang sekali-kali berganti dengan suara isak menahan sesak di dada kiamat kecil yang mengintai siap menyapa sewaktu-waktu membuat segala rasa nikmat tercabut dari makanan apapun membuat tidur hanyalah sekedar membaringkan tubuh namun kepala dan dada penuh sesak dipenuhi dengan hal-hal yang menakutkan tak ada yang mengerti rasa sayang yang saya miliki, kecuali diri saya sendiri kadang saya turut pula mengasihani diri saya sendiri mengapa harus seperti ini mengapa se-emosional ini kacamata yang ...

The Storm

You've been acting strange today. I have no idea what I've done wrong I assumed you must be very tired and need to get some time to think. I don't want to bother you anyway. I just tried to make sure that you're fine. That's all. Let me know if I can help you out. I love you so much. Much more than I love myself. Nothing hurts me more than knowing you're in pain. Let me swallow your pain for you. I just want you to know, you're not alone. Let me hold your problems so you can breath peacefully. I know we can make it out. Soon, the storm will fade away. Just smile and tell me you love me. I will always be waiting for you. Your huge admirer, Riki Akbar.

Munajat

Aku ingin kita menjadi halal satu sama lain, berada dalam ikatan-Nya. Aku ingin mengukur wajahmu dengan teliti di tengah malam yang membangunkanku untuk menghadap Rabb kita Aku ingin mengecup keningmu dengan mesra sebelum kita jatuh pada lelap yang berbeda Aku ingin bercerita kepadamu mengenai banyak hal di kantor, di jalan, di televisi Aku ingin mengobrol denganmu di teras rumah hingga ayam mulai bersiap untuk menyanyikan pengumumannya Aku ingin menghabiskan malam minggu denganmu di atas sofa yang sama, menonton film dan menikmati kopi hangat kita Aku ingin memelukmu dan meminta maaf ketika kita bertengkar hebat Aku ingin menjemputmu di tempat kerjamu dan memulai perjalanan pulang ke rumah kita Aku ingin menjagamu ketika kau jatuh demam di tengah malam Aku ingin membangunkanmu pagi sekali untuk bersimpuh bersama di depan Rabb kita Aku ingin mencubit pipimu yang menggemaskan Aku ingin mendengar ceritamu tentang hari-hari yang melelahkan Aku ingin menyeka air matamu ketika...