Lima Pemuda dalam Suatu Ruang Lembab
Ruangan tersebut penuh dengan asap rokok dan lumut yang gemar menempel pada dinding lembabnya. Lima kursi yang sudah lapuk dan berkarat tersusun rapi di dalamnya dengan lima pantat yang mendudukinya. Entah kenapa, ruangan yang lembab itu terasa hangat bagi kelima pemuda yang duduk di atas kursi berkarat di sebuah ruangan yang tidak ingin dimasuki banyak orang. Kelimanya terdiam dan saling pandang. Entah apa yang tengah mereka pikirkan, rencanakan, atau mereka fantasikan di dalam ruangan kecil sumpek tersebut. Seorang pemuda berambut cepak berkacamata tiba-tiba angkat bicara. "Kita harus bertindak, kita tidak bisa lagi diam. Hidup bukan untuk diam, hidup untuk bergerak." Seorang pemuda yang memakai jaket hijau lusuh menanggapi dengan dingin, "Aku sudah siap untuk bergerak. Badanku telah siap untuk bergerak. Aku muak dengan kalian yang cengeng! Aku sudah ingin bergerak, tapi kalian selalu menahanku dengan alasan-alasan sok intelek kalian! Aku sudah gatal ingin bergerak...