Postingan

Menampilkan postingan dengan label Life's Bitch

Sapi Perah

Kegiatan-kegiatan trivial yang mengenyampingkan esensi tugas pokok mulai menyeruak pelan-pelan. Ketika di-ingatkan, diberikan hentakan yang menyebutkan bahwa urusan tugas pokok bukan urusan. Cukup sakit hati mendengarnya setelah banting tulang berupaya memenuhi keinginan dan kebutuhan yang datang berhaluan. Ya memang harus mulai berdamai bahwa kita bekerja bagaikan sapi perah. Yang dimau hanya  uang yang bertebaran, peluh yang bercucuran bukan lagi hal yang harus dipikirkan. Ketika disampaikan, lemparan tuduhan menyakitkan tentang betapa rasa malu menjadi alasan utama peringatan disampaikan, mulai berhamburan. Sakit hati, lelah, tidak mampu memroses kata-kata lagi. Letih tak habis pikir dengan apa yang baru saja terjadi. Terserahlah setelah ini. Tak 'kan ada larang-larang lagi.  Lakukan semaumu, tak ada yang menghalangi. Lakukan sesukamu, kami siap mendukung meski nanah tak teratapi.

Contemplation at My Cubicle

They say life runs in a mysterious way. I guess it's true. Unfortunately, for me, at the moment, it's all going south. And it remains a mystery why every time I get a fresh money, world apparently wants to squeeze the hell out of it. So, at the end of the day, I remain broke.  But, that's the way it works I guess. It cannot go forever like this, can it? Sorry for troubling you guys with this post. I just have no clue right now about what I'm going to do and to whom I need to talk to. Trying to stay alive, I guess. Because too many people rely on me, I cannot die now. I want to live for the next 100 years. I want to live. Cheer up, big boy! Later on, you will come back with a wider smile.

Bdg 25 Mei 2010

25 Mei 2010 Hujan turun begitu tak sopan sedari jam 3 sore. Dan saya masih tercenung berpikir apa yang menjadi beban pikiran selama beberapa hari. dia, pulang ke jakarta selama 2 minggu dan kami benar-benar hilang komunikasi tapi entah kenapa perasaan saya mulai tak enak sepertinya sesuatu yang saya khawatirkan akan terjadi sebentar lagi hujan masih cukup deras dan perut sudah meronta minta diisi saya bergegas mengambil helm dan memakai jaket dua lapis untuk menahan dingin masih ada harapan setidaknya, bilamana mungkin saya akan bertemu dia di jalan sore itu, langit berubah menjadi gelap kebiru-biruan. mikrofon mesjid bergaung dan menimbulkan suara nyaring meski sayup motor saya sudah sampai di bundaran ketika saya tanpa sengaja mengenali sosok yang saya rindukan berjalan mengenakan sweater biru dongker tertawa bersama teman-temannya. itu dia. motor pun saya rem dan  menimbulkan suara yang tidak enak percikan air dari genangan membasahi trotoar di tepian saya m...

Stagnansi

Pernah merasa jadi observer dari kehidupan ini? malam ini kira-kira begitulah perasaan saya anda yang pernah belajar teori himpunan pasti kenal sama diagram venn well saya merasa sebagai subset dari kehidupan tapi tidak hidup atau saya merasa bahwa saya adalah entitas komplemen dari kehidupan sekaligus elemen dari kehidupan itu sendiri. bingung? jelas bingung karena itu gak akan mungkin terjadi. tapi saya benar-benar menjalani hidup tanpa gairah dan cenderung jadi observer. pagi saya naik motor untuk berangkat kerja. terus saya lihat sekeliling saya ada tukang bubur ayam berkeringat membuka warungnya ada juga polisi yang sedang 'bernegosiasi' dengan seorang pengendara mobil ada seorang wanita cantik yang dibonceng oleh motor laki milik pacar/suaminya ada anjing berkeliaran ada motor yang menyalip-nyalip melintasi masjid, melintasi gedung perpajakan, melintasi pub melintasi BEC sebelum sampai di kantor. pulangnya, kembali mengamati apa yang terjadi di luar di...