Sapi Perah
Kegiatan-kegiatan trivial yang mengenyampingkan esensi tugas pokok mulai menyeruak pelan-pelan. Ketika di-ingatkan, diberikan hentakan yang menyebutkan bahwa urusan tugas pokok bukan urusan. Cukup sakit hati mendengarnya setelah banting tulang berupaya memenuhi keinginan dan kebutuhan yang datang berhaluan. Ya memang harus mulai berdamai bahwa kita bekerja bagaikan sapi perah. Yang dimau hanya uang yang bertebaran, peluh yang bercucuran bukan lagi hal yang harus dipikirkan. Ketika disampaikan, lemparan tuduhan menyakitkan tentang betapa rasa malu menjadi alasan utama peringatan disampaikan, mulai berhamburan.
Sakit hati, lelah, tidak mampu memroses kata-kata lagi. Letih tak habis pikir dengan apa yang baru saja terjadi. Terserahlah setelah ini. Tak 'kan ada larang-larang lagi.
Lakukan semaumu, tak ada yang menghalangi. Lakukan sesukamu, kami siap mendukung meski nanah tak teratapi.
Komentar
Posting Komentar