Untitled Project: Towards Ending
Jafar terkesiap. "Kau akan ke mana? Apakah Dia akan membuatmu senang? Sadarlah, X. Takkah Kau terpikir bahwa Dia hanya menginginkan hal lain saja darimu? Tubuhmu, uangmu, atau apalah?", Jafar bertanya dengan nafas memburu. Ia tahu Ia cemburu. Ia tahu ini adalah kiamat kecil baginya. Sekilas tampak dalam kepalanya bahwa besok Ia mungkin tidak akan bertemu lagi dengan X. Bayangan yang dipenuhi dengan gantungan awan yang lusuh ketika pagi membuka halaman baru baginya di keesokan hari. Tidak akan ada lagi X yang tersenyum dengan senyumannya yang paling manis menurut dirinya. "Aku hanya kehilangan rasa cintaku untuk dirimu, Jafar. Aku tidak menghilang. Aku hanya jatuh cinta. Tetapi bukan kepadamu" Jafar berupaya kuat agar air mata tidak jatuh dari kelopak matanya yang kapalan. "Aku kira perasaanku Kau sambut, X. Kita pergi bersama ke mana-mana. Kita menghabiskan sebagian waktu kita berdua. Aku yang meminjamkan telinga bagi setiap ceritamu" X menghela napas. D...