Postingan

Ada Sebuah Cerita

Ada sebuah cerita di mana orang-orang bertemu di kedai kopi membicarakan singgasana tanpa keawasan mata bertepuk dengan semangkuk harapan akan tingginya harga-harga Ada sebuah cerita di mana mereka bertepuk tangan tanpa sungkan di tengah matinya empati yang riang beterbangan membicarakan sesuatu yang tak kunjung meringankan beban membicarakan apa-apa yang tak dapat dihindarkan Ada sebuah cerita di mana muda-mudi berkasih-kasih dalam jalan yang pekat terjebak dalam kebutaan rupa yang mengintai mata dan kepala meraba-raba dalam temaram yang tak kunjung reda menyingkirkan setepi segala hal yang dilarang agama Ada sebuah cerita di mana aku menulis wajahmu dengan kata-kata di sudut kamar dekat beranda yang menghampar ke pohon nyata mencari apa yang mesti kucari dalam kabut malam dan lembabnya hujan yang reda mengguratkan kegelisahan yang tercampur dengan kepasrahan yang sepadan menulis segala sesuatu tentang engkau yang tak kunjung tiba

Buffet's Financial Advices

Warren Buffet, a well-known investor will give his financial advices for all of us. Here they are. 1. Money does not create man. It is man who creates money. 2. Live a simple life. 3. Do not do anything that people tell you. Listen to them but do only the right thing. 4. Do not wear things because of their brands. 5. Do not spend money for unnecessary things. 6. With money: you can buy a house, but not a home you can buy a bed, but not sleep you can get a position,  but not respect you can buy a clock, but not time you can buy a book, but not knowledge you can buy blood, but not life     so, you can buy sumber

Minggu

Minggu pagi itu selalu jadi waktu yang monumental keheningan, intensitas bunyi-bunyian yang minimal, dan terkadang hujan rintik-rintik yang menyejukkan cocok untuk mengisi hari Minggu dengan kegiatan selayaknya hari Minggu: tidur tapi entah kenapa ketika hari Minggu kian naik hingga mencapai tengah hari segala sesuatu dari keheningan dan kedamaian berubah wujud menjadi ketakutan, kegelisahan, kebosanan, dan kekosongan ketika ia semakin merubah wujud hingga sore hari yang ada hanyalah perasaan rindu untuk mengulanginya lagi, perasaan yang gelisah, pikiran-pikiran yang takut mengenai hari Minggu yang sebentar lagi akan habis masanya Well, berbahagialah yang memiliki Minggu pada tiap hari yang ia jalani.

Jak Woe

terakhir kali saya pulang, saya dapat melihat jelas betapa rambut putih yang mulai mendominasi rambut ayah keriput penuaan yang mulai muncul perlahan di wajah ibu saya tiap kali saya mengingat mereka, saya ingin menangis saya ingin pulang mereka jelas tampak lelah tapi tak pernah menyerah saya ingin pulang dan menjaga mereka karena saya rasa waktu saya telah tiba betapa beruntungnya orang-orang yang masih bisa bersantap sahur dengan ibu dan ayahnya ketika saya justru harus berjauhan dengan mereka ada banyak cerita yang akan saya bagikan ketika pulang nanti ada banyak rindu yang ingin saya tebar di tiap penjuru rumah ada banyak waktu untuk bermanja-manja dengan ibu saya layaknya anak kecil tanpa dosa saya rindu orang tua saya. saya ingin pulang dan bila perlu tidak kembali ke Jakarta. pulang dalam arti yang sesungguhnya untuk berkumpul kembali bersama keluarga. semoga.

Predikat

Kadang sering saya merenung buat apa Tuhan menciptakan peran-peran duniawi yang prestisius buat apa ada berbagai macam titel, gelar, pangkat, dan jabatan tersemat mengapit nama lahir Dulu, saya sama sekali tidak tertarik untuk masuk sekolah favorit meskipun pada akhirnya tembus ke sebuah SMP favorit di Jawa Barat namun, waktu itu saya semata-mata hanya mengejar hadiah playstation dari ayah sebagai kompensasi atas nilai ujian yang lumayan. Seiring berjalan waktu, pergaulan di SMP yang disesaki dengan murid-murid berbakat tersebut lambat laun mempengaruhi cara pandang saya terhadap posisi dan kedudukan. Ketika OSIS adalah lambang supremasi betapa prestisiusnya organisasi internal sekolah maka saya bertekad untuk dapat mengejar posisi inti di OSIS dan meskipun akhirnya berhasil menduduki ketua staf salah satu seksi bidang saya pada akhirnya merasa hampa dan tidak mendapat apa-apa selain teknis penulisan proposal mungkin niat saya yang terlalu jelek sehingga ilmu-ilmu organis...

BBM Phenomenon: Pathetic Blackberry User and Two-faced Blackberry Hater

Postingan ini terinspirasi sama kehebohan yang terlontar langsung dari CEO RIM, Thorsten Heins. Kehebohan? Yap. RIM memutuskan akan melepas fitur legendarisnya, Blackberry Messenger (BBM), ke platform lain. Jadi, nanti kita akan melihat bagaimana BBM juga dapat hadir di ponsel berbasis iOS dan Android. Kind of funny huh? Heins mengklaim, ini bukan disebabkan oleh market share Blackberry yang terus tergerus melainkan upaya ke depan untuk mentransformasikan fokus perusahaan ke bidang digital security, (instead of focusing their business on their legendary devices) Di Indonesia, fenomena ini menimbulkan kelucuan Bagaimana pada akhirnya pengguna Blackberry kian terpojok menangis di kamar karena jika ini benar-benar terjadi, maka mereka tidak bisa lagi dengan arogan menyombongkan ekslusifitas fitur ini (it means you too, fuckin' teenagers) Saya tak sabar menantikan munculnya ponsel-ponsel Android di genggaman para remaja alay Dan seketika BB User akan menjadi komunitas hi...

Kisah Inspiratif dari Bang Togar

Senin malam ini, saya dengan sukarela berlembur ria untuk mengerjakan tambahan testcase. Walaupun hasilnya tidak banyak, tapi malam itu saya mendapatkan sedikit pencerahan tentang berbagai hal, utamanya dalam hidup dan karir. Adalah Bang Togar narasumber kami (saya, Putu, Imam) malam itu, FYI, Bang Togar ini masih satu almamater dengan saya dan Putu. Dari berbagai cerita soal tips n' trik membuat test script yang efisien hingga ke omongan yang paling menarik buat saya malam itu. Bang Togar pun ternyata sempat dilanda rasa protes mengenai karir yang tak kunjung naik meskipun telah lama bekerja Well, inilah dia analogi yang inspiratif itu. Seorang Bos bertanya kepada dua orang anak buahnya. Bos             : Pernah pergi ke Padang, gak ? AnakBuah 1: Pernah Bos, lima kali. Bos             : Tau dimana Bukittinggi? AnakBuah 1: Nggak Bos Lalu, sang Bos bertanya pada anak buahnya yang kedua. Bos    ...